Depokklik.com — Peristiwa G30S/PKI atau Gerakan 30 September 1965/PKI merupakan pengkhianatan yang paling besar yang terjadi pada bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi di malam hari, tepatnya pada pada pergantian dari tanggal 30 September atau tanggal 1 Oktober. Tragedi ini melibatkan Pasukan Cakrabirawa dan juga Partai Komunis Indonesia atau PKI.
Dalam melakukan makarnya, gerakan ini dilaksanakan atas satu komando yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon I Tjakrabirawa, yaitu Letnan Kolonel Untung Syamsuri. Gerakan tersebut dimulai dari Kota Jakarta dan juga Yogyakarta. Pada awalnya mereka mengincar Perwira Tinggi dan Dewan Jenderal.
“Generasi bangsa saat ini terutama generasi mudanya sangat penting mempelajari dan memahami sejarah bangsa. Maka, peristiwa G30S/PKI harus dipahami bahwa terdapat beberapa hal penting dalam menjaga negara maupun Pancasila,” tutur Anggota MPR RI dari Fraksi Partai GERINDRA, Nuroji, pada Sosialisasi Hasil-hasil Keputusan MPR RI, di Depok, Senin (26/9/2022).
Nuroji menjelaskan, generasi muda perlu mengokohkan nasionalisme dan patriotisme melalui pemaknaan atas peristiwa sejarah bangsa, misalnya peristiwa G30S/PKI. “Agar ada keterkaitan sejarah perjuangan bangsa dari masa ke masa, bahwa bangsa ini dibangun dengan pengorbanan yang begitu besar dari para pahlawan dan generasi sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Anggota Komisi X, bidang pendidikan DPR RI ini, Tragedi G30S PKI adalah sebuah sejarah kelam bangsa Indonesia karena tragedi ini merupakan sebuah percobaan kudeta untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dengan mengubah Indonesia sebagai negara komunis.
“Ini merupakan sejarah kelam, karena itu generasi muda harus memahami dan mewaspadinya. Gerakan ini merupakan percobaan kudeta untuk menggulingkan pemerintahan yang sah, yang berupaya mengubah Indonesia sebagai negara komunis,” tandas putra asli Depok ini.
Selanjutnya Nuroji menjelaskan, ada beberapa tujuan G30S PKI, yaitu menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjadikannya sebagai negara komunis. Menyingkirkan TNI Angkatan Darat dan merebut kekuasaan pemerintahan.
Juga, “Mewujudkan cita-cita PKI, yakni menjadikan ideologi komunis dalam membentuk sistem pemerintahan yang digunakan sebagai alat untuk mewujudkan masyarakat komunis. Mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis,” jelasnya.
Karena itu, dengan peristiwa tersebut, Nuroji mengingatkan kembali agar generasi muda bangsa Indonesia jangan sampai melupakan sejarah kelam yakni G30S/PKI guna menjaga eksistensi NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara.
“Generasi bangsa saat ini terutama generasi mudanya sangat penting mempelajari dan memahami sejarah bangsa. Agar ada ketersambungan sejarah perjuangan bangsa dari masa ke masa, bahwa bangsa ini dibangun dengan pengorbanan yang begitu besar dari para pahlawan dan generasi sebelumnya,” pungkasnya. (is/ir)
Depok Klik Berita Terhangat Seputar Kota Depok